Selamat Datang Di Website Kami….Seluruh Pelayanan Rehabilitasi Sosial Di Balai Kami GRATIS !!!….Kami Siap Merehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA….”ZONA WILAYAH BEBAS KORUPSI”

BATURRADEN (05 JUNI 2020) – Memasuki masa new normal, setiap lembaga akan menghadapi tantangan yang baru. Balai kini harus beradaptasi untuk memberikan pelayanan rehabilitasi yang optimal dengan prosedur dan tata kelola yang berbeda. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat dalam kunjungannya ke Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (BRSKP) Napza “Satria” Di Baturraden.

Harry menjelaskan bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI bekerja dalam konteks kemanusiaan sehingga ada dimensi lain dalam hal produktivitas yang mengharuskan keikhlasan untuk turun langsung, apapun kondisinya. “Semua ditata ulang, tidak usah ragu. Beraksi kembali demi kemanusiaan. Lakukanlah layanan seperti sebelum Covid-19. Tata ruang diatur kembali sehingga minggu depan mulai kembali memberikan pelayanan kepada penerima manfaat”, kata Harry.

Penyesuaian kegiatan perlu dilakukan. Selain pelayanan rehabilitasi, upaya preventif tingkat sekolah juga sangat mungkin dilaksanakan oleh BRSKP Napza “Satria” Di Baturraden, mengingat balai ini memiliki track record dalam layanan Peksos Sekolah. “Itu lanjutkan, dengan materi yang lebih banyak tentang persoalan menghindari dari kecanduan Napza. Strateginya melalui sekolah-sekolah. Kerjasama yang dulu pernah dirintis perbarui MoU-nya”, lanjut Harry.

Pada kunjungan ini, Harry Hikmat juga menyampaikan tentang Kebijakan Program Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Tahun 2021, termasuk lima kegiatan di UPT yang terangkum dalam Atensi (Asistensi Sosial) ; temporary shelter ; respon kasus ; standardisasi sarana balai ; serta peningkatan kapasitas LKS mitra kerja.

Dalam kesempatannya, Kepala BRSKP Napza “Satria” Di Baturraden, Restyaningsih melaporkan bahwa balai sudah melaksanakan refocusing anggaran penanganan Covid-19 berupa penyaluran bantuan sosial bagi kelompok masyarakat rentan dan marginal, khususnya kluster Napza. Dan Harry Hikmat mengapresiasi hal tersebut.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Harry Hikmat dan jajarannya menyempatkan diri untuk melihat Pusat Informasi dan Edukasi (PIE) Napza Baturraden. Beliau memberikan komentar positif terhadap keberadaan PIE Napza Baturraden dan memotivasi untuk terus mengembangkan semua potensi dan selalu berinovasi.

Penulis : Retno Wijayanti, S.ST ( Penyuluh Sosial Pertama BRSKP Napza “Satria” Di Baturraden)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Instagram
1
Halo...para Kerabat Satria. Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by