Selamat Datang Di Website Kami….Seluruh Pelayanan Rehabilitasi Sosial Di Balai Kami GRATIS !!!….Kami Siap Merehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA….”ZONA WILAYAH BEBAS KORUPSI”

BATURADEN, (12 Mei 2020)–Kepala Balai Napza “Satria” di Baturraden, Restyaningsih selaku pengemban amanah Pelaksana Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) dan Program Perlindungan Sosial terhadap masyarakat terdampak Covid-19, melaksanakan koordinasi dan monitoring Bantuan Sosial Tunai (BST).

Didampingi Pekerja Sosial Madya, Sustamar Haendarti, Restyaningsih menyambangi kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin (PSPFM), Lili Mudjianto menyampaikan bahwa Total Penerima BST Kabupaten Banyumas sebanyak 58.710 KK , disalurkan melalui PT Pos berjumlah 51.629 KK dan 7.081 KK dicairkan melalui Bank /HIMBARA.

Pencairan tahap I dilaksanakan mulai tanggal 9 Mei sampai dengan tanggal 17 Mei 2020 dengan jadwal yang sudah diatur dan dilaksanakan di Desa masing-masing. Bertempat di Balai Desa, BST akan diserahkan oleh Petugas dari PT Pos dipantau Kepolisian (Babinkamtibmas) dan dari TNI (Babinsa). Sementara untuk pengaturan jadwal merupakan instruksi dari Bupati Banyumas, Achmad Husein agar dapat tertib dalam pelaksanaannya.

Pada hari Senin tanggal 11 Mei 2020, telah dilakukan pencairan BST di wilayah kecamatan Baturraden dengan penerima berjumlah 2.148 KK yang tersebar di 12 desa. Pencairan dimulai dari pukul 08.00 s/d 10.00 WIB untuk Desa Kebumen, Desa Kutasari, Desa Karang salam, Desa Karangmangu, pukul 10.30 s/d 12.30 WIB untuk Desa Pandak, Desa Pamijen, Desa Kemutug Kidul dan Desa Karang Tengah kemudian pada pukul 13.00 s/d 15.00 WIB untuk Desa Rempoah, Purwosari, Kemutug Lor dan Desa Ketenger.

Penyaluran BST di Desa Karang Tengah dengan jumlah penerima 177 KK, tersalurkan kepada 170 KK, 5 KK terdata ganda dan 2 orang meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris sehingga 7 KK tidak dibayarkan. Sementara di Desa Ketenger jumlah penerima bantuan melalui PT Pos dengan rincian 15 KK yang terdata ganda, meninggal dunia dan pindah keluar kota. Selain melalui PT Pos terdapat 13 KK penerima BST melalui Rekening Himbara ( Mandiri, BRI dan BNI) tetapi setelah dikonfirmasi kepada 13 KK dimaksud belum satupun yang masuk ke rekening. Data tersebut terinformasikan melalui perangkat desa.

Dalam pemantauan tersebut, salah satu warga Desa Karang Tengah yang kondisi ekonominya tergolong mampu, tidak bersedia menerima BST sehingga dengan sukarela menyerahkan kepada Ketua PKK RT 6 RW 6 untuk dibagikan kepada warga yang lebih membutuhkan. Restayingsih mengapresiasi hal tersebut sebagai wujud solidaritas dan kepedulian warga terhadap sesamanya.
Kepala Desa Karang Tengah, Subarkah menyatakan masih terdapat BST yang salah sasaran karena adanya perbedaan data yang diusulkan dengan data yang turun. Data yang turun adalah data lama yang belum di update sehingga diusulkan minimal pendataan dari pusat dilaksanakan 2 tahun sekali dengan petugas khusus dari Kementerian Sosial dan didampingi aparat desa agar data lebih akurat dan warga terdampak Covid-19 yang belum mendapatkan bantuan akan dianggarkan melalui dana Desa sesuai instruksi dari Bupati Banyumas, Achmad Husein. Restyaningsih memberikan arahan Kepala Desa Karang Tengah akan pentingnya updating data dan akan segera berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa dan Dinas Sosial terkait validasi updating data di Desa Karang Tengah.

Penulis : Sustamar Haendarti, SE (Peksos Madya BRSKPN “Satria” Di Baturraden)

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Instagram
1
Halo...para Kerabat Satria. Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by