Selamat Datang Di Website Kami….Seluruh Pelayanan Rehabilitasi Sosial Di Balai Kami GRATIS !!!….Kami Siap Merehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA….”ZONA WILAYAH BEBAS KORUPSI”

BATURRADEN (14 Januari 2021) – Bukan lagi gitar atau tamborin yang menemani keseharian lima anak jalanan asal Mojokerto saat ini. Mereka juga tidak lagi berpeluh memainkan alat musik di atas aspal jalanan. Tampilan mereka pun tidak lagi lusuh. Kini mereka tampak lebih bersih dan rapi menjalani aktivitas baru mereka. Ya, lima remaja ini sedang mengikuti program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Balai Satria Baturraden.

Ini merupakan respon Balai Satria Baturraden terhadap arahan Menteri Sosial RI saat melakukan kunjungan kerja ke Mojokerto beberapa waktu yang lalu. Lima anak jalanan ini ditemui Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini dan mereka mengungkapkan keinginan untuk bekerja dan membuka usaha.

Saat ini fokus mereka adalah menjalani proses pemulihan sekaligus penanaman nilai etika kehidupan. Hal tersebut untuk mencapai tujuan rehabilitasi sosial yaitu mengembalikan keberfungsian sosial. Selain menjalani proses pemulihan, mereka juga menjalani proses rehabilitasi sosial lainnya yang diberikan dalam bentuk pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan. Di sini pekerja sosial melakukan identifikasi kemampuan, khususnya keterampilan dari masing-masing individu sesuai minat dan bakat.

Seperti saat ini, kelima pemuda ini sedang mengikuti pelatihan barista dan pelatihan jual beli secara daring (ecommerce) di bidang penjualan sepatu mengingat sebelumnya diantara mereka ada yang tertarik di bidang itu.

Sebelum memulai pelatihan, Plt. Kepala Balai, Hendra Permana memotivasi mereka agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.

“Identifikasi dulu secara cermat apa yang akan kalian lakukan nanti. Tidak ada usaha yang berjalan mulus. Jika nantinya setelah dari sini kalian mengalami kegagalan, kalian ingat apa kata Bu Menteri. Kegagalan tidak membuat kita jadi berhenti. Gagal, bangkit lagi. Gagal, bangkit lagi. Sampai kegagalan takut mendekati kita”, kata Hendra.

Selama lebih kurang dua minggu berada di Balai Satria Baturraden, salah satu dari mereka mengungkapkan adanya perubahan. “Kehidupan saya sekarang jauh lebih baik daripada dulu. Jadi makin disiplin. Dulu kalau mau ngomong susah (menggunakan bahasa sopan), sekarang sudah bisa. Diajarkan juga bagaimana menghargai orang lain dan lebih percaya diri”, ungkap MY (22) atau biasa dipanggil “Pitik” ketika berada di jalanan.

Mengenai pelatihan barista dan ecommerce yang mulai dijalani ini, PSN (25) atau biasa dipanggil “Jreng” mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kita sebenarnya gak mau (berada di jalanan). Saya pernah belajar sablon. Lalu diajak nyablon kardus (sepatu). Awalnya bantu-bantu ikat kardus dulu sebelum dibolehin nyablon. Seminggu bisa dua sampai tiga kali nyablon. Tapi ya tetap ngamen juga. Apalagi ada pengurangan karyawan jadi kondisinya susah. Lalu ada teman yang kakaknya punya usaha sepatu dan sering ada di jalan juga. Akhirnya diajak ke rumahnya dan akhirnya diajarin. Saya bersyukur karena sudah punya pengalaman. Makanya saya merasa ini kesempatan emas. Bisa jadi ini jalan kita untuk sukses”, cerita PSN.

Hendra juga mengungkapkan bahwa balai akan mengupayakan secara maksimal agar mereka dapat berdaya. “Di sini, kita dorong mereka melalui program ATENSI. Jadi selain pelatihan juga ada supporting peralatan ataupun menghubungkan dengan sumber-sumber lain. Kami upayakan maksimal agar mereka nantinya bisa berdaya. Bahkan untuk yang masih usia sekolah, kami upayakan untuk meneruskan sekolahnya nanti”, tutup Hendra.

Humas BRSKP Napza Satria Di Baturraden


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Instagram
1
Halo...para Kerabat Satria. Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by