Selamat Datang Di Website Kami….Seluruh Pelayanan Rehabilitasi Sosial Di Balai Kami GRATIS !!!….Kami Siap Merehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA….”ZONA WILAYAH BEBAS KORUPSI”

BATURRADEN (24 November 2020) – Sejalan dengan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) untuk mewujudkan layanan rehabilitasi sosial yang terpadu, maka salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memperkuat rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza (KPN) bagi anak, khususnya usia sekolah.

Pada kesempatan ini, Balai Satria Baturraden dipilih menjadi tempat studi banding Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dari Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan bagian pembelajaran proses rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza sekaligus sharing informasi terhadap proses pelayanan yang telah berlangsung.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah diterima oleh Kepala Balai Satria Baturraden dengan didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Asesmen dan Advokasi Sosial, Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, dan Koordinator Pekerja Sosial.

Sharing informasi yang berlangsung seputar kebutuhan rehabilitasi korban penyalahgunaan Napza (KPN) pada anak, khususnya usia sekolah dan pemenuhan kebutuhan hak anak akan pendidikan. Hambatan yang dirasakan Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah selama ini adalah waktu rehabilitasi yang lama karena sesuai dengan fase layanan. Hal tersebut berdampak pada sekolah anak karena dianggap tidak mengikuti proses pembelajaran sehingga akhirnya dikeluarkan dari sekolah.

Kepala Balai Satria Baturraden, Restyaningsih menyampaikan bahwa konsep yang dibangun adalah rehabilitasi sosial yang humanis dengan tidak mengesampingkan hak anak akan pendidikan.

“Rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan Napza merupakan kebutuhan sehingga prosesnya perlu menyentuh sisi humanis. Dan dalam prosesnya melibatkan partisipasi sekolah dan keluarga,” kata Resty.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Hendra Permana untuk mendorong pihak sekolah hadir dalam proses rehabilitasi.

“Perlu untuk membangun komitmen dengan Dinas Pendidikan dan sekolah. Tujuannya agar sekolah peduli dengan kondisi dan masa depan anak sehingga dalam prosesnya sekolah perlu dilibatkan. Salah satunya dengan melakukan advokasi kepada pihak sekolah untuk mengeluarkan izin cuti rehab bagi anak KPN. Waktu pelayanannya juga disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebijakan pihak sekolah,” jelas Hendra.

Pada kesempatan ini, peserta studi banding juga berkunjung ke Pusat Informasi dan Edukasi (PIE) Napza Baturraden yang merupakan layanan publik milik Balai Satria Baturraden.

Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bina Ampera Bukit menyampaikan ucapan terima kasih atas sharing informasi yang dilakukan. Selain itu juga memberikan apresiasi kepada Balai Satria Baturraden karena rehabilitasi dan vokasional yang dilakukan aplikatif sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat ini.

“Layanan rehabilitasi yang dilakukan bisa kami adapatasi nantinya di Tanah Merah. Selain layanan rehabilitasinya, adanya PIE Napza Baturraden merupakan sebuah inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat” kata Bina.

Humas BRSKPN “Satria” Di Baturraden


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Instagram
1
Halo...para Kerabat Satria. Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by