Selamat Datang Di Website Kami….Seluruh Pelayanan Rehabilitasi Sosial Di Balai Kami GRATIS !!!….Kami Siap Merehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA….”ZONA WILAYAH BEBAS KORUPSI”

Baturraden (3 Juli 2020) – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020, Balai Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan (BRSKP) Napza “Satria” Di Baturraden menyelenggarakan Web Seminar (Webinar) dengan tema “Meningkatkan Peran Keluarga dalam Rehabilitasi Sosial Bagi Korban Penyalahgunaan Napza” yang berlangsung selama dua hari, 2-3 Juli 2020.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menjadi Pembicara Kunci pada kegiatan ini menyampaikan tentang langkah Kementerian Sosial RI dalam perubahan paradigma yang mengarah pada upaya peningkatan peran keluarga dalam proses rehabilitasi sosial, sejalan dengan tema webinar ini.

“Kerabat dan keluarga dilibatkan secara intensif untuk melakukan tindakan-tindakan, bukan hanya kuratif tapi juga pencegahan”, kata Harry. Artinya dukungan keluarga menjadi sangat penting dalam keberhasilan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan Napza (KPN).

Selain itu, Dirjen Rehsos menyampaikan bahwa semua pihak perlu bersama-sama melakukan refleksi dalam memerangi peredaran Napza yang telah menjadi kejahatan luar biasa. “Pendekatan secara struktural maupun fungsional yang diarahkan pada family based care, community based care, maupun residensial based care merupakan bentuk kewajiban bahwa negara hadir guna mereduksi jumlah korban penyalahgunaan Napza”, papar Harry.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyinergikan pelaksanaan rehabilitasi sosial berbasis keluarga, berbasis Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL), dan berbasis Balai/Panti.

Kepala BRSKP Napza “Satria” Di Baturraden, Restyaningsih menyampaikan kesiapan balai untuk mendukung perubahan paradigma tersebut. “Resosialisasi Penerima Manfaat kepada keluarga yang dilaksanakan akibat pandemi Covid-19, menjadi praktek pelaksanaan rehabilitasi sosial berbasis keluarga. Sehingga sebagai petugas kemanusiaan di bidang ini, kita harus meningkatkan pengetahuan untuk mendorong keluarga sebagai basis utama pelaksanaan rehabilitasi sosial”, kata Resty.

Pada hari kedua, materi disampaikan oleh Erry Wijoyo selaku Program Officer Colombo Plan Drugs Advisory Programme dan Narendra Narotama, Program Officer United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Data menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dapat mengurangi resiko perilaku penyalahgunaan Napza. “Seperti yang kita ketahui bersama, yang terpenting itu bukan ketika korban penyalahgunaan Napza berada dalam program, tetapi ketika ia kembali ke keluarga dan masyarakat”, kata Erry.

Sejalan dengan materi yang disampaikan oleh Erry, Narendra menjelaskan basic knowledge modul baru dari UNODC tentang terapi keluarga untuk rawatan remaja dengan gangguan penggunaan zat dan yang beresiko berhadapan dengan sistem peradilan pidana.

“Dalam penggunaan modul ini, kita memandang klien sebagai satu unit keluarga yang utuh, bukan hanya anggota keluarga yang mengalami penyalahgunaan zat saja”, kata Narendra.

Keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah sistem preventif, kuratif, maupun rehabilitatif pemulihan korban penyalahgunaan Napza. Caranya dengan membangun komunikasi dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Selama dua hari ini, kegiatan webinar diikuti oleh 843 peserta yang tergabung dalam zoom interaktif dan 66 peserta melalui siaran langsung di kanal Youtube milik BRSKP Napza “Satria” Di Baturraden.

Penulis : Retno Wijayanti, S.ST ( Penyuluh Sosial Pertama BRSKP Napza “Satria” Di Baturraden)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Instagram
1
Halo...para Kerabat Satria. Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by